09

7 Duta Besar Hadiri Pagelaran FBLB Ke-27 di Welesi

| 09 Agustus 2016

WAMENA – Tujuh duta besar negara-negara tetangga dan juga negara eropa menghadiri pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 yang berlangsung di distrik Welesi, Senin (8/8), yang mana pada tahun 2016 bertemakan ‘Warisan Budaya Sebagai Jejak Peradaban Menuju Hari Esok Yang Lebih Baik Dari Pada Hari Ini’.
Pada pembukaan festival yang digadang-gadang merupakan festival budaya tertua di Papua ini, dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara yang begitu antusias menyaksikan budaya peradaban manusia zaman batu yang hingga kini masih dipertahan masyarakat Papua yang ada di Lembah Baliem Jayawijaya.
Festival Budaya Lembah Baliem ini merupakan ajang promosi budaya Papua khususnya di Pegunungan Tengah Papua dengan rangkaian tari-tarian, atraksi perang-perangan, karapan babi, budaya bakar batu, dan juga permainan music alat tiup pikon serta pemeran seni budaya lainnya, yang ditampilkan oleh warga masyarakat dari 40 distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya. 
Menurut Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo SH, MH dalam sambutannya saat membuka pagelaran Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 ini mendapat apresiasi yang tinggi dari para tamu undangan yang hadir terutama dari 7 duta besar yang menghadiri acara tahunan ini.
Sebelum menghadiri pembukaan FBLB ke-27 ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menggelar jamuan makan malam bersama para duta besar yang hadir, dimana dalam jamuan tersebut juga ditampilkan parade budaya Indonesia dari berbagai suku yang berlangsung di gedung Ukumiarek Asso. “Wisatawan domestik, wisatawan manca negara dan para duta besar sangat terkesan dengan pagelaran parade budaya Nusantara ini,” kata Wempi.
 “Menurut mereka dengan view yang begitu bagus di distrik Welesi ini mereka berharap bahwa di tahun-tahun yang akan datang mereka akan mengundang warganya untuk ikut menghadiri pagelaran FBLB ini. Kalau kemarin ada tari tunggal dari India kedepan kita harapkan mungkin dari negara-negara lain lagi akan ditampilkan tari-tarian budaya mereka,” ungkap bupati Wetipo.
“Selama dua puluh enam tahun pagelaran seni FBLB, baru pada tahun 2016 ini dipercayakan untuk ditangani oleh even organizer,” kata Wempi lagi.
Bupati Wetipo juga menilai bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya, karena asal usul seseorang tidak bisa dipisahkan dari asal-usul budaya,, keduanya saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. “Budaya itu wajib dipertahankan dan dilestarikan,”tegas Wempi.
“Silahkan orang lain menilai bahwa ini sesuatu yang kuno tetapi kami merasa bahwa kalau hari ini mereka bisa menggunakan pakaian tradisonal maka bukan kesehariannya mereka menggunakan koteka (pakaian asli pria) karena kesehariannya mereka menggunakan pakaian yang layak,” katanya.
“Masyarakat disini sangat menjunjung tinggi adat dan tradisi budaya nenek moyang terdahulu bahwa mereka seperti ini. Tapi mereka menginginkan bahwa ini perlu dilestarikan sehingga semakin banyak wisatawan yang datang dapat memberikan banyak manfaat ekonomi bagi mereka. “Jadi sesungguhnya mereka sangat sadar bahwa apa yang dilakukan ini adalah tradisi budaya masyarakat,” paparnya.
Bupati Wetipo berharap dimasa yang akan datang, dapat dibentuk sebuah lembaga atau badan untuk mengelola secara khusus potensi budaya maupun objek wisata yang ada di Tanah Papua, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Papua jelas dan terarah. (Vin)



Komentar  (0)


Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar

Jika belum terdaftar silahkan Registrasi terlebih dahulu

Atau gunakan akun google anda untuk registrasi

Berita terakhir

01 November 2017

WAMENA - Sebanyak 39 dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya, belum terjangkau internet, demikian...

01 November 2017

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menggelar pertemuan bersama Tim Ciber Pungli yang ...

01 November 2017


WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali menerima penilaian tertinggi LKPD at...

01 November 2017

WAMENA – Kepala Kantor Seksi Logistik Perum Bulog Wamena Ahmad...

24 September 2017

Wamena – Menyambut tahun baru Islam 1 Muharra...

19 September 2017

WAMENA  – Kesetaraan Gender sebagai salah satu langkah un...